Skip to content

Menghindari Tersesat di Tokyo Dengan GPS Skala Centimeter

by
Konstelasi QZSS, empat satelit dalam orbit sehingga salah satu selalu diatas Jepang. Tiga yang lain di ekuator.

Konstelasi QZSS, empat satelit dalam orbit sehingga salah satu selalu diatas Jepang. Tiga yang lain di ekuator.

Bagi anda yang pernah hidup di Tokyo pastilah memahami kondisi kota yang sangat tidak bersahabat akan penggunaan GPS. Banyaknya gedung tinggi akan menghalangi sinyal satelit GPS dapat diterima dengan baik oleh alat penerima. Sehingga ketelitian horizontal akan berkurang karena adanya penumpukan kesalahan.

Hal ini diharapkan tidak terjadi lagi setelah tahun 2018. QZSS atau Quazi-Zenith Satellite System sedang dikembangkan untuk menambah ketelitian penerima sinyal satelit GPS. Dengan mengoreksi kesalahan dari GPS maka akurasi posisi dapat lebih ditingkatkan.

Kesalahan horizontal GPS navigasi bisa pada kisaran 5 sampai dengan 10 meter. Jika penerima berada di tengah “hutan gedung” di Tokyo atau sedang berada di pegunungan di daerah Jepang maka nilai kesalahan dapat bertambah. Dengan memanfaatkan QZSS kesalahan ini bisa dikurangi sehingga akurasi bisa dalam skala centimeter.

Satelit QZS-1 telah diluncurkan oleh JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency) pada September 2010. Tiga lagi menyusul pada akhir 2017. Setelah itu akan diluncurkan tiga satelit lagi untuk menjadikan konstelasi berjumlah tujuh satelit.

Orbit empat satelit akan berbentuk angka delapan yang mana akan meliput hingga sebelah Selatan Australia, tetapi mempunyai kerapatan pada orbit di atas wilayah Jepang.

Seberapa akurasi yang bisa dihasilkan kelak oleh kontelasi QZSS ini..? Untuk horisontal akurasinya adalah 1,3 centimeter, dan untuk vertikal adalah 2,9 centimeter.

Ketelitian yang tinggi ini akan dimanfaatkan oleh banyak aplikasi. Selain untuk navigasi akurat sehingga tiada alasan lagi tersesat di Tokyo, misalnya, antara lain adalah untuk pertanian presisi tinggi dan untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana alam.

*/ : )

—–

Sumber bacaan:  Spectrum Magazine IEEE, 23 April 2014.

Video dan Citra Resolusi Spasial dan Temporal Tinggi

by
Poster Film Enemy of The State (1998)

Poster Film Enemy of The State (1998)

Apakah yang anda bayangkan saat melihat film Enemy of The State, yang dibintangi Will Smith tahun 1998, dan selalu diputar ulang diberbagai stasiun TV ini, saat melihat teknologi remote sensing didalam ceritanya..? Will Smith yang memerankan Robert Clyton Dean si pengacara sial dan menjadi tertuduh penyimpan “film berbahaya”, bersama dengan Gene Hackman yang memerankan Edward Lyle sebagai mantan ahli komputer di NSA, dikejar oleh aparat/agen rahasia negara AS dengan menggunakan teknologi remote sensing.

Pada banyak scene difilm tersebut mengungkapkan kehebatan remote sensing yang mampu menghasilkan citra dan video resolusi tinggi. Saat film ini beredar terasa canggih bangeeet, dan kayanya hanya mimpi bagi publik untuk bisa menggunakan teknologi ini. Tak terasa sekian tahun kemudian, tahun 2014 ini, kita sudah bisa menikmati data seperti di film tersebut.

Pete Klupar, direktur NASA Ames Research Center 2005-2011, menyatakan akan perkembangan teknologi ini yang semakin murah dan canggih sehingga publik akan bisa mendapatkannya dengan harga terjangkau. Para perusahaan start-up menggabungkan banyak teknologi dari video games, komponen radio dari ponsel, prosesor dari peralatan kedokteran, dari alat sikat gigi, kamera dari para fotografer profesional, dan perangkat lunak open source.

Semua dirangkai sedemikian rupa lalu ditempatkan di angkasa untuk menjadi mata pengintai yang sangat berguna bagi banyak sekali aplikasi atau keperluan. Citra resolusi tinggi dapat dihasilkan tidak hanya resolusi spasialnya saja tetapi juga temporalnya akan sangat tinggi. Publik pengguna dapat mengawasi satu lokasi lima kali sehari, atau lebih. Dan “gilanya” adalah tidak hanya berupa citra saja tetapi juga dalam bentuk video.

Skybox Imaging, misalnya. Perusahaan ini merencanakan mengorbitkan konstelasi dengan jumlah 24 satelit, dimulai dengan SkySat-1 (yang telah diluncurkan pada November 2013), lalu SkySat-2 (pertengahan 2014), dan SkySat-3 (akhir 2014), serta berikutnya menyusul. Harga per-satelit kurang dari 20 milyar dollar AS. Umur tiap satelit sekitar enam tahun, dengan resolusi spasial 90 cm. Jika konstelasi ini telah mengorbit semua maka dapat meliput satu lokasi sebanyak empat kali sehari. Selain citra satelit, SkyBox akan menghasilkan video juga…

Berbagai satelit yang akan memayungi bumi kita.

Berbagai satelit yang akan memayungi bumi kita.

Planet Labs sedang menyusun konstelasi yang lebih besar. Setidaknya akan ada 100 satelit miliknya dalam satu rangkaian pencitraan. Resolusi spasial hanya 3 sampai 5 meter tetapi bisa dibayangkan revisit dalam sehari bisa berapa kali..? Ukuran satelit ini sangat kecil, yaitu 10 x 10 x 30 cm dengan berat sekitar lima kilogram saja, dengan ketinggian orbit sekitar 400 kilometer.

Perusahaan Canada, UrtheCast, menawarkan video high-definition dalam dua macam resolusi spasial. Kita bisa melihat secara langsung kondisi permukaan bumi dalam format video dengan resolusi satu dan enam meter. Tes kelayakan sudah selesai pada Februari 2014 ini dengan menggunakan bagian dari ISS (International Space Station) milik Rusia.

Bagaimana dengan pengamatan untuk keperluan cuaca..? PlanetiQ menawarkan pencitraan untuk prediksi cuaca, pemodelan iklim, dan prediksi cuaca di angkasa. Konstelasi satelit yang direncanakan berjumlah 12 hingga 24 satelit. Mereka mengklaim akan menghasilkan data yang lebih baik dan lebih murah dibandingkan dengan satelit yang dioperasikan pemerintah AS.

Hal yang sama ditawarkan oleh GeoOptics yang akan menghasilkan pencitraan atmosfer untuk keperluan prediksi cuaca, pemodelan iklim dan prediksi cuaca di angkasa. Mereka merencanakan konstelasi dengan jumlah satelit 24 buah dan beroperasi pada tahun 2018. Pengorbitan pertama akan dilakukan pada pertengahan tahun 2015.

Jadi, pengamatan muka bumi akan dapat kita lakukan layaknya di film bioskop 15 tahun lalu. Rapatnya pengamatan oleh beragam konstelasi satelit ini akan memudahkan untuk keperluan pencarian dan penyelamatan (SAR, Search and Rescue), terutama untuk obyek yang besar, seperti pesawat terbang, misalnya.

Kita sebagai pengguna yang setia teknologi remote sensing ini akan semakin dimudahkan dalam memilih data apa yang akan kita beli… 😀

*/ : )

—–

Sumber bacaan: Spectrum Magazine IEEE, 28 Maret 2014.

Image

Pan Ocean Remote Sensing Conference – PORSEC 2014

by
PORSEC 2014 (klik untuk memperbesar)

PORSEC 2014 (klik untuk memperbesar)

Pan Ocean Remote Sensing Conference – PORSEC 2014, diselenggarakan di Bali pada tanggal 4 – 7 November 2014. Keterangan lebih detil pada situs web porsec2014.unud.ac.id.

Deteksi Awan dan Bayangan Awan dengan FMask

by
Sumber: glovis.usgs.gov

Citra Landsat – Sumber: glovis.usgs.gov

Awan dan bayangan awan adalah “persoalan laten” dalam pemrosesan data satelit. Tutupan awan dan bayangannya, selain menutupi obyek yang kita inginkan, kerap kali mengganggu dalam proses lainnya seperti klasifikasi.

Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan membuang awan dan bayangannya dari data kita kemudian kita namai saja area tersebut dengan “nodata”. Tetapi bagaimana cara menandai awan dan bayangannya ini..? Jangan pernah berasumsi bahwa awan adalah bentuk gumpalan teratur, karena itu hanya ada dalam lukisan waktu kita kecil. 😀

Awan mempunyai bentuk yang sangat tidak teratur. Dan jika terdapat banyak sebaran kecil, maka akan semakin sulit bagi kita mengatasinya.

Fmask salah satu perangkat lunak (perlun) yang bisa kita coba. Perlun ini mendeteksi awan, bayangan awan, dan salju. Semua dilakukan sendiri secara otomatis, tentunya berdasar banyak hitungan yang telah ditulis dalam kode programnya.

Data yang dapat diolahnya adalah citra Landsat 4, 5, 7, dan 8 pada sistem operasi Windows atau Linux. Perlun ini dibuat berdasarkan banyak teori yang dirangkai dalam makalah oleh: Zhe Zhu dan Woodcock: Object-based cloud and cloud shadow detection in Landsat imagery, Remote Sensing of Environment (2012).

Sehingga untuk memahami proses yang dilakukan silakan baca tulisan tersebut. Memahami adalah bagian terpenting dari proses ini untuk mengantisipasi hasilnya.

Perlun ini memerlukan data citra tersimpan dalam GeoTIF untuk tiap kanalnya, dan juga menyertakan metadata asli dari dataset yang dimaksud. Karena pada prosesnya fmask memerlukan banyak informasi dari metadata ini.

Silakan baca laman FMask di: Fmask Software. Pada laman ini ada taut untuk makalah dan pengunduhan. Perlun ini dapat diunduh gratis.

Bagi yang telah mencoba, mari ceritakan pengalaman mu di laman ini ya.

Image

Undangan Menulis Bunga Rampai Mitigasi Bencana Banjir

by
Undangan menulis

Undangan menulis

Undang-Undang tentang Keantariksaan

by
UU Keantariksaan

UU Keantariksaan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.

Silakan unduh dengan klik disini (pdf).

Instruksi Presiden tentang Data Satelit Resolusi Tinggi

by
Inpres no 6 tahun 2012 tentang data satelit resolusi tinggi.

Inpres no 6 tahun 2012 tentang data satelit resolusi tinggi.

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2012 tentang Penyediaan, Penggunaan, Pengendalian Kualitas, Pengolahan dan Distribusi Data satelit Penginderaan Jauh Resolusi Tinggi.

Silakan unduh dokumen dengan klik disini (pdf).

Undang-Undang tentang Informasi Geospasial

by
UU Informasi Geospasial

UU Informasi Geospasial

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial.

Silakan unduh dengan klik disini (pdf).

How well do you know the world?

by
Geoguessr

Geoguessr

Dalam salah satu lamannya, BBC Travel menantang pengunjung untuk bermain dengan peta. Pengunjung dipersilakan memperkirakan dimana lokasi gambar yang ditampilkan.

Caranya gampang:

  • Klik pada gambar, lalu mulailah berorientasi. Gunakan fasilitas dekat-jauh untuk mengenali lokasi lebih baik.
  • Setelah itu cari pada peta posis gambar tersebut, kalau perlu di-dekat/jauh-kan.
  • Jika sudah merasa pasti maka klik “make a guess”.
  • Lihat seberapa “tepat/meleset” kah tebakan anda.

Untuk kelaman tersebut silakan klik disini.

How well do you know the world? 🙂

%d bloggers like this: