Skip to content

Menghindari Tersesat di Tokyo Dengan GPS Skala Centimeter

by on April 28, 2014

Konstelasi QZSS, empat satelit dalam orbit sehingga salah satu selalu diatas Jepang. Tiga yang lain di ekuator.

Konstelasi QZSS, empat satelit dalam orbit sehingga salah satu selalu diatas Jepang. Tiga yang lain di ekuator.

Bagi anda yang pernah hidup di Tokyo pastilah memahami kondisi kota yang sangat tidak bersahabat akan penggunaan GPS. Banyaknya gedung tinggi akan menghalangi sinyal satelit GPS dapat diterima dengan baik oleh alat penerima. Sehingga ketelitian horizontal akan berkurang karena adanya penumpukan kesalahan.

Hal ini diharapkan tidak terjadi lagi setelah tahun 2018. QZSS atau Quazi-Zenith Satellite System sedang dikembangkan untuk menambah ketelitian penerima sinyal satelit GPS. Dengan mengoreksi kesalahan dari GPS maka akurasi posisi dapat lebih ditingkatkan.

Kesalahan horizontal GPS navigasi bisa pada kisaran 5 sampai dengan 10 meter. Jika penerima berada di tengah “hutan gedung” di Tokyo atau sedang berada di pegunungan di daerah Jepang maka nilai kesalahan dapat bertambah. Dengan memanfaatkan QZSS kesalahan ini bisa dikurangi sehingga akurasi bisa dalam skala centimeter.

Satelit QZS-1 telah diluncurkan oleh JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency) pada September 2010. Tiga lagi menyusul pada akhir 2017. Setelah itu akan diluncurkan tiga satelit lagi untuk menjadikan konstelasi berjumlah tujuh satelit.

Orbit empat satelit akan berbentuk angka delapan yang mana akan meliput hingga sebelah Selatan Australia, tetapi mempunyai kerapatan pada orbit di atas wilayah Jepang.

Seberapa akurasi yang bisa dihasilkan kelak oleh kontelasi QZSS ini..? Untuk horisontal akurasinya adalah 1,3 centimeter, dan untuk vertikal adalah 2,9 centimeter.

Ketelitian yang tinggi ini akan dimanfaatkan oleh banyak aplikasi. Selain untuk navigasi akurat sehingga tiada alasan lagi tersesat di Tokyo, misalnya, antara lain adalah untuk pertanian presisi tinggi dan untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana alam.

*/ : )

—–

Sumber bacaan:  Spectrum Magazine IEEE, 23 April 2014.

From → GPS, Yang Asik

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: