Skip to content

Jawaban dan Pemenang Quiz #3 Peta Buta

by on August 26, 2013

Soal #3

Soal #3

Jawaban dari Peta Buta gambar diatas adalah:

  • Lokasi tersebut adalah Pulau Sebatik di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimatan Utara.
  • Keterangan: gambar diputar 180 derajat  arah jarum jam (klik disini untuk Google Maps)

Pemenang Quiz #3:

Jawaban dari pemenang:

Peta buta kali ini adalah wilayah Pulau Sebatik (jika diputar 180 derajat searah jarum jam).

Pulau sebatik merupakan salah satu dari 92 pulau terdepan Indonesia di sebelah timur laut Kalimantan. Pulau ini secara administratif dibagi menjadi dua bagian.Di bagian utaranya merupakan wilayah Sabah, Malaysia dan di bagian selatannya merupakan wilayah Indonesia yang merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.Di sebelah barat pulau ini terdapat Pulau Nunukan, sedangkan di seberang utara terdapat Kota Tawau, yang sudah berada di negara bagian Sabah, Malaysia. Sebatik merupakan kecamatan di kabupaten Nunukan,Kalimantan Timur. Kabupaten Nunukan merupakan salah satu wilayah perbatasan strategis karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Kabupaten ini memiliki luas sekitar 14 ribu km2 terdiri atas lima kecamatan yaitu : Kecamatan krayan, lumbis, sembakung, Nunukan dan Sebatik. Luas Pulau Sebatik wilayah utara seluas 187,23 km2 menjadi milik Malaysia, sedang wilayah bagian selatan seluas 246.61 km2 adalah milik Indonesia. Secara geografis terletak pada 117º 40’BT – 117º 54’BT dan 4º 02’LU – 4º 10’LU. Kecamatan Sebatik terdiri dari empat desa, yaitu Tanjung Karang, Pancang, Sungai Nyamuk Tanjung Aru dan Setabu. Pulau ini secara umum beriklim panas dengan suhu udara rata-rata 27,8°C, suhu terendah 22,9°C pada bulan agustus dan tertinggi 33,0°C pada bulan April. Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar yang menjadi prioritas utama pembangunan karena perbatasan langsung dengan negara tetangga. Program utama yang perlu dilakukan di Pulau Sebatik antara lain adalah pembangunan sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata serta peningkatan hukum dan pengawasan keamanan.

• Topografi
Pulau Sebatik memiliki topografi pantai yang ditumbuhi oleh vegetasi mangrove. Wilayah pegunungan umumnya dibagian tengah, disamping ditumbuhi hutan sekunder kini tengah diusahakan untuk perkebunan kakau dan kelapa sawit ( perkebunan rakyat), sedangkan di wilayah dataran rendah bagian tengah diusahakan sebagai lahan sawah tadah hujan. Kondisi pasang surut di pesisir pulau sebatik termasuk pasang surut campuran cenderung bersifat harian ganda (mixed prevailing semi durnal) dengan dua kali pasang dan dua kali surut dalam sehari dengan amplitudo dan priode pasang surut yang berbeda serta tunggang air (tidal range) maksimum 2.8 meter. Kecepatan arus maksimum di perairan pesisir pulau Sebatik terjadi pada saat pergerakan pasang surut terbesar; yaitu saat neap tide dan spring tide, dengan kecepatan arus rata-rata 87.5 – 102 cm/det, arah arus pasang mencapai 250° – 330° dan arah arus surut 36°-130°. Kecepatan arus rata-rata akibat densitas air laut sebesar 8.5 -19.7 cm/detik dengan arah 15° – 33° saat spring tide dan arah 65°-82° saat neap tide. Kecepatan arus ini semakin mengecil seiring dengan bertambahnya kedalaman perairan. Diperairan P. Sebatik umumnya terjadi gelombnag pecah bila tinggi gelombang mencapai 0,8 m dari kedalamanan perairan. Tinggi gelombang rata-rata pada perairan P. Sebatik adalah 0,03 – 0,15 m dengan periode gelombang 16,7 – 20 detik.

• Kondisi iklim
Kondisi iklim di P. Sebatik berdasarkan data klimatologi dari stasiun Nunukan periode 1998-2000, curah hujan tahunan rata-rata sebesar 2.280 mm dengan bulan-bulan basah (Curag hujan > 200mm) terjadi pada bulan Mei, Juni, Oktober dan Desember dan tanpa bulan kering (curag hujan < 100mm). Diluar bulan-bulan tersebut terjadi bulan lembab, dengan curah hujan sekitar 100-200 mm perbulan.
• Infrastruktur.
Pembangunan Infrastruktur berupa penyediaan sarana dan prasarana dasar terus dikembangkan oleh pemerintah, tetapi hasilnya masih jauh dari memadai, masih membutuhkan investasi cukup besar dan bersifat mendasar yang meliputi bidang energi listrik, air bersih, jaringan transportasi, dermaga, terminal, telekomunikasi dan perbankan.
• Aksesibilitas
Akses dari dan ke Pulau Sebatik dapat dilakukan dengan menggunakan transportasi laut, sungai dan darat. Akses dari dan ke Pulau Sebatik dari Ibu kota Kabupaten Nunukan melalui laut dengan menggunakan speed boat selama 20 menit dengan tujuan Bambangan atau 60 menit dengan tujuan desa Sungai Nyamuk. Perjalanan melalui Bambangan dapat dilanjutkan dengan jalan darat menuju Sungai Nyamuk dengan menggunakan mobil angkutan sekitar 1,5 jam. Jaringan jalan darat di P. Sebatik terbagi atas ; Jalan yang telah diaspal sepanjang 12 Km dari desa Pancang hingga desa Tanjung Karang; Jalan berbatu sepanjang 48 Km di Desa Tanjung Karang dengan desa Setabu, dan Jalan tanah sepanjang 47,7 Km yang melalui lima desa yang ada.
• Kapal perintis.
Kapal-kapal perintis yang singgah secara rutin di pelabuhan Tunon taka Nunukan diantaranya adalah KM Kerinci, KM Gunung Awu, KM Umsini, KM Agomas, KM Fitma, Samarinda Express dan Balikpapan express. Sarana dan prasarana Perekonomian Jenis dan sejumlah prasarana dan sarana perekonomian yang ada memang masih terbatas, tetapi para pengusaha di pulau ini sungguh luar biasa. Mereka membangun Pulau Sebatik disamping Visi bisnis mereka, juga dengan dorongan kecintaan mereka atas kemajuan Sebatik.
• Wisata alam
Pantai Batu Lamampu di Kecamatan Sebatik menjadi obyek wisata favorit warga Nunukan dalam mengisi libur panjang. Batu keramat di Batu Lamampu kerap menjadi tempat persinggahan para wisatawan. Di atas tumpukan batu karang itu terdapat pohon beringin. Warga mempercayainya, dengan mengikatkan seutas tali pada pohon dan menyebutkan nama orang yang diinginkan menjadi pendamping hidup, pasti niat tersebut akan terkabulkan. Pantai Batu Lemampu mempunyai hamparan pasir dan batuan yang luas, berombak sedang, berair jernih dan dilatar belakangi oleh vegetasi dan tumbuhan kelapa yang subur. Terletak di bagian timur pulau Sebatik dan berbatasan laut langsung dengan Sabah Malaysia. Pantai ini telah lama digunakan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan festival budaya maupun kegiatan sakral lainnya.
• Suku asli
Penduduk asli di Pulau Sebatik adalah Suku Tidung. Mereka menempati wilayah bagian barat. Selain Tidung, banyak pendatang yang mendiami pulau ini, seperti Bugis, Makassar atau Timor, dan Jawa serta beberapa suku asli di Kalimantan, seperti Dayak dan Banjar.
• Mata pencaharian penduduk
Sekitar tiga puluh ribu kepala keluarga di sini bermata pencaharian sebagai petani coklat dan kelapa sawit. Ada juga yang memilih profesi sebagai nelayan dan pemecah batu. Untuk menambah penghasilan, kaum wanita di pulau ini juga memiliki kesibukannya sendiri seperti mencari tudai, sejenis kerang yang biasanya berada dibalik pasir. Mencari tudai biasa dilakukan sejak pagi hingga siang, saat air masih surut. Dalam sehari ia bisa mengumpulkan dua kilogram tudai. Tudai ini kemudian di jual kepada pengepul dari Tawao seharga dua ringgit atau sebelas ribu rupiah perkilogramnnya.
• Keunikan
Uniknya ada rumah warga yang berlokasi tepat di garis perbatasan sehingga ruang tamunya masuk wilayan Indonesia, sedangkan dapurnya ada di Malaysia.
• Hewan Endemik
Hewan endemik di Sebatik seperti Bekantan dan monyet-monyet.

__________

Selamat kepada pemenang Quiz #3 Peta Buta Mengenal Nusantara.

Keterangan:

  • Pemenang akan dihubungi oleh panitia melalui surel untuk pengiriman hadiah.
  • Terimakasih untuk partisipasi anda semua.

From → Event

Comments are closed.

%d bloggers like this: