Skip to content

Jawaban dan Pemenang Quiz #1 Peta Buta

by on August 20, 2013

Quiz #1 Peta Buta

Quiz #1 Peta Buta

Jawaban dari Peta Buta gambar diatas adalah:

Pemenang Quiz #1:

  • Nama: Feri Andrian

Jawaban dari pemenang:

Merupakan Teluk Kayeli yang terdapat di Kabupaten Buru, Maluku dimana pada gambar tersebut berada di 3 kecamatan yaitu, Namlea, Waepao dan Batabual.
Namlea sendiri adalah Ibukota dari Kabupaten Buru. Koordinat dari lokasi gambar tersebut kurang lebih terlentak antara :
Bujur : 126° 50′ 55,806″ BT dan 127° 16′ 17,112″ BT
Lintang : -3° 8′ 3,3936″ LS dan -3° 32′ 2,5116″

uraian singkat mengenai 3 kecamatan tersebut sebagai berikut :
Kecamatan Namlea :
Namlea adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Buru, Maluku, Indonesia. Kecamatan Namlea merupakan Ibukota Kabupaten Buru terdiri dari 11 desa dan 9 dusun. Luas wilayah Kecamatan Namlea 951,15 Km2 secara geografis berbatasan dengan :

Sebelah Utara : Laut Seram
Sebelah Selatan : Selat Manipa
Sebelah Barat : Teluk Kayeli dan Dusun Batu Boy
Sebelah Timur : Selat Manipa

Wilayah kecamatan Namlea didominasi dataran rendah yang berasosiasi dengan daerah pantai serta perbukitan yang menempati bagian barat laut dengan ketinggian mencapai sekitar 400 meter. Selain itu terdapat juga bukit di bagian selatan dan barat Namlea dengan ketinggian sekitar kurang dari 100 meter. Kondisi perbukitan sebagian besar tidak tertutupi vegetasi dengan kondisi batuan agak lapuk sehingga di beberapa tempat bisa mengakibatkan longsor.

Kecamatan Waeapo
Waeapo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Buru, Maluku, Indonesia. Kecamatan Waeapo dengan Ibukota Waenetat memiliki wilayah seluas 2.430,42 km² dengan jumlah desa sebanyak 18 desa dan 41 dusun, secara geografis berbatasan dengan:

Utara Kecamatan Buru dan Namlea
Selatan Kabupaten Buru Selatan
Barat Kecamatan Air Buaya
Timur Kecamatan Batabual

Kecamatan Waeapo memiliki 18 Desa yang terdiri dari :
17 Desa Definitif yaitu Desa Savana Jaya. Waetele, Waekerta, Waekasar, Waenetat, Waegeren, Grandeng, Waelo, Parbulu, Waetina, Debowae, Waeleman, Kubalahin, Lele, Kayeli, Masarete, dan Waelapia. 1 Desa pemekaran yaitu Desa Wanakarta yang merupakan desa pemekaran dari Dusun Wanakarta.

Perjalanan ke Ibu Kota Kecamatan (Waenetat) dari Ibu Kota kabupaten (Namlea) dilakukan dengan kendaraan bermotor melalui jalan Nasional dengan jarak tempuh 45 Km dalam waktu kurang lebih 1 jam. Kecamatan ini didominasi oleh dataran dengan jenis elevasi rendah berlerang landai-agak curam dan dibatasi dengan elevasi sedang berlereng curam di sebelah barat dan tenggara.

Kecamatan Batabual
Batabual adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Indonesia. Kecamatan Batabual dengan jumlah desa 5 dan 4 dusun memiliki wilayah seluas 292,60 Km2 secara geografis berbatasan dengan :

Sebelah Utara : Selat Manipa
Sebelah Selatan : Kecamatan Waesama
Sebelah Barat : Kecamatan Waeapo
Sebelah Timur : Selat Manipa

Kecamatan Batabual memiliki 5 desa yaitu Desa Ilath, Batu Jungku, Pela, Waemorat dan Seith.

Perjalanan ke Ibu Kota Kecamatan (Ilath) dari Ibu Kota kabupaten (Namlea) dilakukan dengan kendaraan bermotor melalui jalan Nasional dengan jarak tempuh ± 105 Km, namun karena jalur darat belum dapat dipergunakan secara optimal maka perjalanan seringkali dilakukan melalui jalur laut dengan menggunakan speed boat selama ± 1,5 jam.

Kecamatan ini terletak pada ketinggian 0 – 1.745 mdpl. Daerah tepi pantai merupakan daerah yang relatif datar, sementara di bagian utara, selatan dan barat terdapat beberapa pegunungan, diantaranya Gunung Kukusan, Gunung Waloolon dan Gunung Kakurema dengan puncak tertinggi di Gunung Waloolon dengan ketinggian 1.745 mdpl. Kecamatan ini didominasi oleh kawasan pegunungan dengan elevasi rendah berlereng agak curam.

Teluk Kayeli sendiri menyimpan sejarah indah tersendiri dari sejak dulu, berawal dari Desa yang bernama Kayeli. Sebelum tahun 1919, Kayeli adalah ibukota Pulau Buru. Kejayaan Kayeli sebagai pusat pemerintahan Belanda di sana ditandai dengan berdirinya sebuah benteng yang dibangun pada tahun 1785. Pada tahun 1919, akibat banjir bandang, Belanda memindahkan pusat pemerintahan ke Namlea. Pada masa penjajahan Belanda, Kayeli dipimpin oleh raja-raja bermarga Wael.
Pulau ini sangat bersejarah karena menjadi tempat pengasingan bagi pahlawan-pahlawan kita yang memberontak terhadap penjajah Belanda dari tahun 1800an – 1900an.

Teluk Kayeli, teluk indah yang pada sisinya tertancap kota Namlea, kota utama Pulau Buru. Pulau yang penuh dengan kisah sejarah pembuangan para tawanan politik era ORBA. Pramoedya Ananta Toer menciptakan Tetralogi Pulau Buru disini.

Suku asli yang mendiami wilayah ini mayoritas berasal dari Suku Buru dan Kayeli dan sedikit Suku Lisela, dimana ketiga suku tersebut masih berkerabat.
mayoritas agama yang dianut oleh ketiga suku asli tersebut adalah Islam, dan sebagian kecil Kristen dan Kepercayaan Tradisional.

__________

Selamat kepada pemenang Quiz #1 Peta Buta Mengenal Nusantara.

Keterangan:

  • Pemenang akan dihubungi oleh panitia melalui surel untuk pengiriman hadiah.
  • Terimakasih untuk partisipasi anda semua.

From → Event

Comments are closed.

%d bloggers like this: